Pemprov Kalteng Gagas Pengembangan Ekowisata Terintegrasi di Perairan

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggagas pengembangan kegiatan ekowisata yang bersifat terintegrasi antar area, antar pemangku kepentingan dan kelompok masyarakat di antaranya di kawasan konservasi perairan wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Beberapa gagasan ini sangat penting sehingga dapat diperoleh manfaat yang lebih optimal dengan melibatkan berbagai pihak,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng Darliansjah dihubungi dari Palangka Raya, Selasa.

Hal itu ia sampaikan usai mengunjungi kawasan konservasi Gosong Senggora, Gosong Sepagar dan Gosong Baras Basah yang berada di Kotawaringin Barat. Kunjungan dilakukan bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali I Made Sudarsana dan Konsultan Wisata/Tenaga Ahli Wisata Bahari Bali I Ketut Sudiarta.

Darliansjah menjabarkan, beberapa gagasan yang dia sampaikan bertujuan agar tumbuh rasa kepemilikan dan tanggung jawab untuk mengelola serta memelihara sumber daya ini bersama-sama.

Hingga pada akhirnya diharapkan memberi banyak manfaat bagi banyak pihak, seperti tambahan penghasilan bagi pengelola dan masyarakat sekitar yang terlibat dalam memberikan jasa ekowisata.

Selain itu menjadi sektor usaha ramah lingkungan yang berperan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng, hal ini juga selaras dengan arahan Gubernur Sugianto Sabran untuk terus memacu pendapatan daerah.

“Kemudian secara tidak langsung membentuk pola pikir masyarakat, dengan terjaganya kelestarian lingkungan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka,” tuturnya.

Adapun kawasan konservasi perairan Gosong Senggora, Gosong Sepagar, Gosong Baras Basah, Teluk Bogam sampai Tanjung Keluang serta perairan sekitarnya di Kalteng ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 24/Kepmen-KP/2019.

Meskipun berstatus sebagai kawasan konservasi, terdapat beberapa zona dalam kawasan wilayah perairan ini yang dapat dimanfaatkan dan dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kawasan Perairan Gosong Senggora, Gosong Sepagar, dan Gosong Baras Basah memiliki banyak potensi untuk dijadikan wisata bahari, seperti memiliki pemandangan gosong pasir putih yang muncul di permukaan air laut.

Sementara itu, kunjungan wisata bersama jajaran perwakilan dari Bali tersebut, merupakan tindak lanjut nota kesepahaman Gubernur Kalteng dan Gubernur Bali tentang percepatan pembangunan potensi daerah.

Selain itu, juga tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kadislutkan Kalteng dan Kadislutkan Bali tentang percepatan sektor kelautan dan pesisir kedua daerah dalam pengembangan kawasan konservasi menjadi wisata bahari.

Kadislutkan Bali I Made Sudarsana mengatakan, pihaknya mendukung pengembangan kawasan konservasi Gosong Senggora tersebut sebagai wisata bahari yaitu dengan berkolaborasi dalam berbagi pengalaman dengan industri yang ada di Bali.

“Serta untuk jangka panjangnya memperluas pasar serta membentuk hubungan keterkaitan dengan pariwisata di Bali,” terangnya.

Konsultan Wisata/Tenaga Ahli Wisata Bahari Bali I Ketut Sudiarta mengatakan, Gosong Senggora memiliki keunikan tersendiri yaitu pasir putih halus yang di sekitarnya ditemukan ekosistem terumbu karang yang cukup baik dan biota laut lainnya.

“Salah satu potensi pariwisata yang ke depannya memiliki prospek untuk dikembangkan dan sekaligus kita membangun kesadaran perlunya konservasi,” ucapnya. (Ant)