Gelar Pangan Murah Kalteng Jelang Lebaran Sasar Dua Kabupaten

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan Gelar Pangan Murah dalam rangka menyambut Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah setempat.

Beberapa lokasi yang ditetapkan untuk pelaksanaan Gelar Pangan Murah ini yaitu di Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur (Kotim), kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Sunarti di Palangka Raya, Kamis.

“Untuk Kapuas sudah kami laksanakan dan untuk Kotim rencananya digelar Jumat (22/4) besok,” katanya.

Adapun yang dijual dalam Gelar Pangan Murah ini seperti beras Rp47.500 per lima kilogram, beras Siam Epang Rp12.000 per kilogram, minyak goreng Rp22.500 per liter, serta minyak goreng curah Rp14.000 per liter.

Kemudian bawang merah dan putih Rp30.000 per kilogram, gula pasir Rp13.500 per kilogram, ayam beku Rp35.000 per ekor, cabe merah keriting Rp52.500 per kilogram, serta cabe rawit Rp42.500 per kilogram.

Penentuan lokasi Gelar Pangan Murah di antaranya melihat data ketahanan stok pangan pada setiap daerah, sehingga dapat ditetapkan mana yang memerlukan dukungan.

“Pemilihan Kotim untuk lokasi Gelar Pangan Murah karena melihat data ketahanan stok berasnya paling rendah,” terangnya.

Berdasarkan data yang pihaknya miliki, ketersediaan dan harga bahan pangan pokok kabupaten dan kota di Kalteng periode 18 April 2022, yakni stok beras untuk Kotim sebanyak 152 ton.

Sebelumnya, Gelar Pangan Murah Pasar Tani Dinas Ketahanan Pangan juga dilaksanakan di Palangka Raya untuk membantu menyediakan bahan pangan pokok bagi masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng Nuryakin mengharapkan, Gelar Pangan Murah memberi kesempatan bagi masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan ini sebagai upaya pemprov melakukan stabilisasi harga kebutuhan barang pokok atau pangan, di antaranya beras, daging sapi, daging ayam, bawang, minyak goreng, gula pasir dan lainnya.

“Kami mendorong kegiatan ini rutin dilaksanakan dengan intensitas yang lebih tinggi ke depan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan,” tuturnya. (Ant)