Bupati Kotim: HKN momentum membenahi dan meningkatkan pelayanan kesehatan

Sampit – Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Halikinnor menilai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan seluruh tenaga kesehatan untuk berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Masih banyak yang harus kita benahi dan tingkatkan. Bukan hanya dalam hal fasilitas kesehatan, tetapi juga cara kita melayani. Orang sakit harus diberi pelayanan terbaik agar cepat sembuh. Untuk itu tenaga kesehatan harus sabar dan tetap ramah membantu pasien,” kata Halikinnor di Sampit, Minggu.

Harapan itu disampaikan Halikinnor saat peringatan HKN ke-58 yang digelar di Taman Kota Sampit. Turut hadir Kapolres AKBP Sarpani, Dandim 1015/Spt Letkol Inf Abdul Hamid, Sekretaris Daerah Fajrurrahman, Ketua TP PKK Khairiah dan pejabat lainnya.

Halikinnor mengapresiasi Dinas Kesehatan beserta seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit, puskesmas dan puskesmas pembantu yang terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Di sisi lain, tidak dipungkiri bahwa masih sering muncul keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, khususnya sikap tenaga kesehatan yang dinilai tidak ramah dan kurang memuaskan. Keluhan ini harus disikapi sebagai masukan untuk pembenahan dan peningkatan pelayanan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.

Halikinnor menegaskan, masyarakat berhak mendapatkan jaminan kesehatan. Artinya hal itu menjadi kewajiban pemerintah untuk mengupayakan jaminan kesehatan tersebut.

Pemerintah daerah juga telah mengeluarkan biaya besar yakni lebih dari Rp50 miliar untuk membayar iuran jaminan kesehatan sehingga warga bisa berobat secara gratis. Fasilitas ini juga diharapkan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, khususnya dalam rangka pencegahan dengan memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin tanpa harus menunggu ketika sakit.

“Kalau tidak ada kartu BPJS Kesehatan, bisa dengan surat keterangan dari desa atau kelurahan. Makanya saya minta masyarakat kita juga proaktif. Jangan menunggu sakit baru sibuk mengurus kartu. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibiayai dengan anggaran besar ini untuk menjaga kesehatan kita,” ujar Halikinnor.

Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur Umar Kaderi menjelaskan, saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 21 puskesmas di 17 kecamatan dan tiga rumah sakit. Saat ini, satu rumah sakit tipe B telah terakreditasi, sedangkan dua rumah sakit pratama masih dalam proses persiapan untuk akreditasi.

Sementara itu, puskesmas yang telah terakreditasi sebanyak 19 puskesmas dan dua puskesmas belum diakreditasi, dikarenakan ketika masuk jadwal survei terjadi pandemi COVID-19 sehingga tertunda. Seharusnya 15 puskesmas sudah akreditasi ulang, namun kelanjutan akreditasi puskesmas masih menunggu perubahan standar akreditasi oleh kementerian kesehatan.

Dari sisi pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan penyakit tidak menular di Kabupaten Kotawaringin Timur yakni penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kencing manis (diabetes melitus) telah masuk lima besar penyakit dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, diketahui bahwa Kotawaringin Timur merupakan salah satu kabupaten penyumbang stunting tertinggi di Kalimantan Tengah, sementara posyandu aktifnya masih rendah, yakni sekitar 20 persen, akses jamban sehat 55,7 persen dan akses air bersih 62,3 persen.

“Peringatan Hari Kesehatan Nasional ini momentum kita untuk lebih banyak memberikan perhatian terhadap kesehatan yang dihadapi, terutama penyakit masalah tidak menular, masalah gizi dan sanitasi lingkungan. Untuk itu, kami mohon dukungan dari berbagai pihak dalam peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih siap, antisipatif, responsif dan tangguh dalam menghadapi tantangan,” demikian Umar Kaderi. (Ant)