Dinkes Palangka Raya Gencarkan Lakukan Vaksinasi ‘Booster’

Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggencarkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau ‘booster’.

“Kalau ditanya target, dasar kami adalah masyarakat yang telah menyelesaikan vaksinasi dosis kedua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Andjar Hari Puromo di Palangka Raya, Kamis.

Ketentuannya adalah jangka waktu suntikan booster berjarak enam bulan usai suntikan vaksin dosis kedua. Maka pelaksanaannya akan mengacu pada hal tersebut.

Dia menambahkan, dalam melakukan pemantauan sasaran vaksinasi dosis ketiga, pihaknya mendasarkan pada nomor tiket vaksin booster yang terdapat pada aplikasi peduli lindungi.

“Kalau di aplikasi yang akunnya dimiliki masing-masing masyarakat sudah ada tiket vaksin ketiga, maka yang bersangkutan dapat kami berikan vaksin booster,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan vaksin booster yang dilakukan Pemerintah “Kota Cantik” telah menyasar sejumlah pihak seperti aparatur sipil negara, pegawai pemerintah, anggota dewan dan jurnalis.

Sementara itu, berdasar data Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, sampai Rabu (19/1), sebanyak 248.954 warga atau 111,43 persen, dari 223.417 target vaksinasi COVID-19 telah telah disuntik dosis pertama.

Kemudian, untuk vaksinasi COVID-19 di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, pada dosis kedua telah tercapai 86,94 persen atau sebanyak 194.295 orang telah divaksin COVID-19.

Dalam rangka mempercepat capaian vaksin COVID-19, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama sejumlah pihak lain menggencarkan vaksinasi, baik yang dilakukan pusat layanan kesehatan maupun pihak lain.

Data Satgas COVID-19 Kota Palangka Raya menunjukkan, sebanyak 223.417 target vaksin tersebut terbagi menjadi lima kategori, yakni SDM kesehatan dengan target 3.512 sasaran, lansia 14.287 sasaran, pelayanan publik 21.920 sasaran, masyarakat umum 154.647 sasaran dan remaja sebanyak 29.051 sasaran. Pemerintah Kota Palangka Raya juga memperluas sasaran vaksinasi yakni pada anak usia 6-11 tahun.

Dia pun mengajak, masyarakat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19, sehingga meminimalkan potensi dan mencegah penyebaran virus corona.

Sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Kota Palangka Raya, melalui tim gugus tugas terus melakukan berbagai upaya mulai dari sosialisasi, deteksi dini, pengamanan hingga penanganan kasus.

Sementara itu berdasarkan data terakhir dari Satgas Penanganan COVID-19 “Kota Cantik”, tercatat tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 di daerah setempat mencapai 96,03 persen.

Jumlah warga yang sembuh itu berada di angka 12.611 orang dari total 13.132 warga Palangka Raya yang positif COVID-19. Dari seluruh kasus positif, juga tercatat 520 orang meninggal dunia.

Sampai saat ini warga Palangka Raya yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19 tinggal satu orang. Jumlah itu menempati angka 0,01 persen dari total pasien positif.(Ant)