Kalteng Laksanakan Vaksinasi Massal Lansia Sebagai Upaya Percepatan

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama pemerintah kabupaten dan kota serta instansi terkait lainnya, berkolaborasi melaksanakan vaksinasi massal COVID-19 bagi kaum lanjut usia sebagai upaya percepatan.

“Intinya mempercepat vaksinasi. Kita ketahui hingga saat ini vaksinasi lansia masih sangat lambat, tadi malam saya cek baru sekitar 7,7 persen lebih,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul di Palangka Raya, Sabtu.

Kegiatan se-Kalteng ini, bertindak sebagai penanggung jawab adalah masing-masing pihak kabupaten dan kota, sedangkan provinsi memfasilitasi seperti pengiriman vaksin, membantu logistik yang memungkinkan dan lainnya.

Suyuti memaparkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengkajian terhadap penetapan target vaksinasi lansia.

Pihaknya melihat, penetapan target dari pusat tersebut, nyatanya merupakan estimasi.

“Saya coba hitung-hitung tadi malam, angka lansia di atas 60 tahun, lebih rendah dari target. Itu akan kami diskusikan kembali dengan pusat bagaimana agar bisa ditetapkan ulang targetnya,” jelasnya.

Dirinya mencoba menghitung hal tersebut tadi malam dan jumlah lansia di Kalteng hanya sekitar 130 ribuan orang, bukan 191 ribu orang lebih seperti pada target yang ditetapkan pusat.

“Apalagi mengacu Kalteng usia harapan hidup berada di 69 tahun, artinya lansianya terbatas. Beda dengan Yogyakarta mendekati 80 tahun,” tuturnya.

Namun demikian saat ini pihaknya terus berupaya menyelesaikan vaksinasi untuk lansia di Kalteng, sedangkan bagi para pelayan publik capaiannya sudah sangat bagus.

“Untuk kegiatan ini, target se-Kalteng itu sekitar belasan ribu kami coba selesaikan secara serentak,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya Andjar Hari Purnomo mengatakan, untuk pelaksanaan vaksinasi massal bagi lansia, target pihaknya pada hari ini sebanyak 500 orang dan besok 500 orang kembali.

“Data kalau kita amati kelihatannya besar karena ditentukan pusat. Ini kami pertajam lagi dengan melakukan kolaborasi bersama dinas terkait yang memiliki data lansia di Palangka Raya,” jelasnya.

Adapun jika ditemui kendala di lapangan, seperti tidak adanya lansia yang mengantar, pihaknya telah berkoordinasi dan melibatkan berbagai instansi, mulai dari TNI-Polri, bahkan hingga kelurahan maupun RT dan RW untuk membantu mengatasinya. (Ant)