Warga Sampit Serahkan Senjata Api Temuan di Ladang

Sampit – Polsek Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, menerima sepucuk senjata api laras panjang rakitan dari seorang warga bernama Rudiansyah yang mengaku menemukannya saat berada di ladang.

“Kami berterima kasih atas kesadaran beliau untuk menyerahkan senjata api tersebut. Bagi warga yang menemukan, memiliki atau menyimpan senjata, kami imbau untuk segera menyerahkannya kepada kami,” kata Kapolsek Ketapang AKP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra di Sampit, Selasa.

Rudiansyah yang merupakan warga Desa Pelangsian menyerahkan senjata api rakitan yang oleh warga sering disebut dengan dum-duman itu pada Senin (4/2) siang. Penyerahan senjata api itu diterima langsung oleh Kadek didampingi jajarannya dan disaksikan kepala desa serta ketua RT setempat.

Masalah kepemilikan senjata api secara ilegal oleh masyarakat memang menjadi perhatian serius Polres Kotawaringin Timur. Kapolres AKBP Mohammad Rommel secara khusus memerintahkan jajarannya melakukan pendekatan kepada masyarakat dan mensosialisasikan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 yang mengatur ancaman hukuman terkait penyalahgunaan senjata api.

Selain melanggar hukum, masyarakat harus menyadari bahwa senjata api sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Untuk itulah Polsek Ketapang menyebar Bhabinkamtibmas mereka untuk mengimbau masyarakat yang memiliki senjata api secara ilegal supaya menyerahkannya ke polisi.

Tidak sembarang orang boleh memiliki atau menyimpan senjata api karena harus memiliki izin dan melalui serangkaian tes sebagai persyaratan. Bahkan anggota polisi pun harus menjalani tes berkala agar bisa diizinkan menggunakan senjata api.

Senjata api rakitan umumnya digunakan masyarakat dengan alasan untuk berburu. Namun itu tetap harus ditertibkan karena senjata api sangat berbahaya dan rawan digunakan untuk tindak kejahatan serta membahayakan orang lain.

Dalam beberapa pengungkapan kejahatan oleh Polres Kotawaringin Timur, beberapa kali ditemukan senjata api rakitan yang digunakan pelaku untuk mengancam korban. Untuk itulah polisi tidak akan memberi toleransi bagi siapa saja yang dengan sengaja memiliki atau menyimpan senjata api.

Kadek mengapresiasi masyarakat yang dengan kesadaran sendiri untuk menyerahkan senjata api. Polsek Ketapang akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat terkait aturan serta bahaya memiliki senjata api secara ilegal.

“Penyerahan senjata api rakitan tersebut merupakan wujud kesadaran dan kepatuhan dari warga desa Pelangsian mengenai Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 terkait penyalahgunaan senjata api,” jelas Kadek.

Kadek mengingatkan masyarakat untuk tidak memiliki, menyimpan atau menggunakan senjata api secara ilegal. Jika warga membutuhkan bantuan pengamaman dari Kepolisian, pihaknya selalu siap memberikan pengamanan. (Ant)