Laporkan Kasus Palsu, Berakhir di Penjara

Tamiang Layang – Eka Ratna (32), Warga Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), harus berurusan dengan hukum lantaran melaporkan kasus palsu kepada pihak yang berwajib.

Perisitiwa itu bermula saat Ratna melaporkan kejadian pencurian dengan kekerasan (curas) ke Mapolsek PatangkepTutui, Rabu (30/8) sekitar pukul 18.00 WIB yang menimpanya.

Dalam laporannya, Ratna mengalami kerugian uang sebesar Rp 200 Juta karena dijambret sekelompok kawanan. Ketika itu, saat melintas di Jalan di Desa Bentot.

“Setelah menerima laporan kami melakukan penyelidikan, tapi saat cek ke TKP, luka korban, dan ranmor ada kejanggalan,” kata Kapolres Bartim AKBP Raden Petit Wijaya SIK melalui Kapolsek Patangkep Tutui, Iptu Suhadak.

Dijelaskan Suhadak, dari laporan yang diterima serta kejanggalan setelah dibentuk tim yang dipimpin langsung Kasatreskrim AKP Andhi Kurniawan peristiwa itu mulai terang. Pihaknya pun mengungkap laporan curas tersebut hanya rekayasa semata.

Ratna membuat laporan untuk lepas dari beban piutang dengan seseorang di kampung halamannya sebesar Rp200 Juta. Pada saat itu, terang kapolsek, rekayasa curas dengan hilangnya uang yang akan dibayarkan dimaksud mengelabui seseorang yang memberinya pinjaman. (Net/A1)