Pensiunan Guru Butuh Delapan Tahun Untuk Naik Haji

Medan, – Pensiunan guru sekolah dasar (SD)  dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Ridwan Harahap Bin Marah Hakim Harahap (63) setelag menunggu selama delapan tahun akhirnya bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci, di Arab Saudi.

“Alhamdulillah saya panjatkan syukur kepada Allah SWT dan berkat kesabaran saya akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji,” katanya melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Selasa.

Ahmad Ridwan  pada Senin (5/8) berangkat ke Mekkah melalui Bandara Udara Internasional Kuala Namu, Labupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara bersama rombongan jamaah calon haji kloter 22 Embarkasi Medan.B

Di kloter 22 itu terdiri atas sebanyak 386 calon jamaah haji, di antaranya 204 orang dari Kabupaten Tapanuli Selatan, 124 orang dari Kota Medan, 6 orang dari Kota Binjai, 2 orang dari Kabupaten Deli Serdang, 1 orang dari Kabupaten Labuhan Batu, dan 2 orang dari Kota Padang Sidempuan.

Niat berangkat ke Mekkah, menurut Ahmad Ridwan, sudah dicita-citakannya sejak masih menjadi guru di SD Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Namun, baru tahun 2019 ini bisa terkabul untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci,” katanya.

Ia menyebutkan memasuki pensiunan menjadi guru sejak tahun 2016. Namun, ia sudah mendaftarkan diri menjadi calon haji di kantor
Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Selatan sejak tahun 2011.B

“Jadi, hampir selama dalapan tahun menabung uang dari gaji guru dan uang pensiunan agar bisa tercapai ke Mekkah,” katanya.

Ia menjelaskan berangkat naik haji ke Mekkah adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa dan sangat mengharaplan memperoleh haji mabrur.

Usai kembali dari Mekkah nantinya, ia tetap berkomitmen akan melaksanakan tugas mulia dan kemanusiaan, serta mengabdikan diri kepada masjid yang ada di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Hal itu, kata dia, dilakukan agar dapat dicontoh generasi muda, dan tetap berbuat baik kepada masyarakat.

“Biar tidak menjadi guru lagi, namun masih bisa berkarya seperti membersihkan masjid, sehingga tetap nyaman dan jamaah yang melaksanakan shalat juga merasa tenang,” demikian Ahmad Ridwan Harahap. (Ant)