Pemkab Seruyan Serius Kembangkan Ekowisata Mangrove

Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, berjanji melanjutkan pembangunan ekowisata mangrove yang telah selesai dikerjakan menggunakan dana dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

“Instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Seruyan telah kami instruksikan, mempersiapkan pengajuan anggaran untuk pengembangan infrastruktur lainnya di lokasi ini,” kata Sekretaris Daerah Seruyan Haryono di Kuala Pembuang, Sabtu.

Hal itu ia ungkapkan saat meresmikan ekowisata mangrove yang baru saja selesai dibangun di dekat kawasan Pelabuhan Samudera Teluk Segintung. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta pimpinan organisasi perangkat daerah.

Sejumlah kekurangan yang perlu dilengkapi oleh pemerintah kabupaten, diantaranya berupa jalan menuju lokasi ekowisata mangrove yang rusak sepanjang dua kilometer. Saat musim hujan jalan ini semakin sulit dilalui sehingga diperlukan peningkatan dalam waktu dekat.

“Kami juga telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Seruyan untuk membuat jalan masuk dan keluar menuju lokasi ekowisata ini berbeda. Diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2019 atau 2020 mendatang,” terangnya kepada Antara Kalteng.

Sementara itu sejumlah infrastruktur telah dibangun menggunakan anggaran dari pemerintah pusat, meliputi gapura, empat gazebo, jembatan titian dan selasar depan. Bahkan fasilitas tersebut telah dicat warna-warni untuk menambah daya tarik bagi masyarakat.

Keberadaan ekowisata mangrove diharapkan mampu memicu kesadaran seluruh pihak, untuk lebih peduli perkembangan lingkungan sekitarnya. Khususnya upaya menanggulangi abrasi air laut terhadap kawasan pesisir Seruyan.

Haryono meminta agar kawasan ini bebas dari aktivitas penambak dan dikembangkan secara optimal khusus untuk budidaya mangrove. Tujuannya adalah untuk meminimalisir kerusakan lingkungan di kawasan pantai dan sekitarnya.

“Dinas Lingkungan Hidup harus bisa membuat regulasi yang tepat mengenai pengelolaan ekowisata ini, agar dapat dikembangkan dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan daerah,” tuturnya menjelaskan.

Pemerintah Kabupaten Seruyan meyakini keberadaan ekowisata mangrove selain memberikan dampak positif terhadap upaya pelestarian lingkungan, juga mendukung kemajuan sektor pariwisata jika dikembangkan dengan baik. Bahkan sektor ini akan membantu meningkatkan pendapatan asli daerah dan kesejahteraan warga sekitarnya. (Ant)