Ini Target Kalteng di 2020 Untuk Program BPJS Kesehatan

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan pada 2020 sudah mencapai “Universal Health Coverage” (UHC) yang artinya seluruh masyarakat Kalteng sudah menjadi peserta BPJS-Kesehatan.

“Karena ini menuju program UHC Kalteng yang mana kita ingin warga miskin yang berhak bisa mendapat layanan kesehatan yang dilakukan penjaminan akan dipenuhi. Tahun depan mudah-mudahan secara fiskal, anggaran kita mencukupi untuk menuju UHC,” kata Sekda Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri di Palangka Raya, Kamis.

Program tersebut, kata Fahrizal, juga sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan kepada setiap warga negara.

“Untuk menyukseskan dan mencapai UHC, pemerintah provinsi juga terus mendorong pemerintah kabupaten kota untuk juga menambah anggaran untuk membiayai iuran BPJS Kesehatan warga tidak mampu,” katanya.

Diantara dorongan yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota itu nantinya bisa berupa surat edaran atau surat instruksi dari gubernur.

“Selain itu, melalui berbagai kesempatan dan acara, pemerintah kabupaten/kota juga akan terus diingatkan terkait jaminan kesehatan bagi warga yang tidak mampu tersebut,” kata Fahrizal.

Guna mencapai UHC, pada 2019 ini Pemprov Kalteng juga menganggarkan Rp25 miliar untuk menjamin 90.000 kesehatan warga miskin melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Untuk itu melalui anggaran tahun ini yang totalnya Rp25 miliar itu kami targetkan jumlah peserta BPJS dari golongan warga miskin menjadi 90.000 jiwa atau bertambah 80.000 jiwa di tahun ini,” kata dia.

Pernyataan itu dikungkapkan dia di Palangka Raya usai penandatangan naskah kerja sama jaminan kesehatan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan BPJS Kesehatan.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Deputi Direksi Wilayah Kaltimtengseltara BPJS Kesehatan, Benjamin Saut PS dan Pemprov Kalteng yang diwakili oleh Sekda Fahrizal Fitri.

Benjamin Saut mengapresiasi pemerintah provinsi Kalteng terkait dukungan nyata yang telah diberikan terhadap pelaksanan program JKN-KIS.

“Kami juga berharap dukungan Pemprov Kalteng itu dapat mendorong pemerintah kabupaten dan kota lainnya untuk segera mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Sehingga, di tahun ini, diharapkan Kalimantan Tengah bisa mendapatkan gelar UHC,” kata Benjamin

Sementara itu, sampai 1 Februari 2019, jumlah peserta JKN-KIS di provinsi Kalteng mencapai 2.068.272 jiwa.

Selain itu, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Kaltimtengseltara bekerja sama dengan 363 fasilitas kesehatan yang terdiri dari 200 puskesmas, 76 dokter praktek, 34 klinik pratama, 26 klinik TNI dan POLRI, 6 dokter gigi, 1 klinik utama dan 20 rumah sakit yang tersebar di wilayah Kalteng. (Ant)