Pemkot Palangka Raya Diminta Pantau Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Natal

Kalteng –  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palangka Raya Jum’atni meminta pemerintah kota melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan di daerah setempat untuk memantau ketersedian bahan pokok disejumlah pasar mejelang Natal dan Tahun Baru.

“Hal ini adalah tugas Disperindag setempat,  jangan sampai daerah kita jelang hari raya keagamaan stok kebutuhan pokok kosong maupun mengalami kenaikan .  Hal itu bisa memicu menjadi harga ya semula normal menjadi mahal di jual di pasaran, ” kata Jum’atni di Palangka Raya, Minggu.

Biasanya jelang Natal dan pergantian tahun, harga bahan pokok sangat rawan terjadi kenaikan secara mendadak. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korbannya.

“Maka dari itu pengawasan dari pemerintah setempat dan instansi terkait harus dilakukan dari sekarang, jangan sampai hal ini diabaikan sehingga para oknum pedagang dan tengkulak jangan sampai bermain dengan leluasa sehiggameraup keuntungan pribadi,” tandasnya.

Politikus PAN Kota Palangka Raya itu menegaskan,  selain pemerintah setempat yang bertindak melakukan pengawasan.  Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Palangka Raya yang tergabung di dalamnya aparat kepolisian,  Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Disperindag benar-benar bisa menindak apabila ada menemukan pedagang dan tengkulak yang berani memainkan harga maupun menjual barang yang kedaluwarsa.

Hal tersebut dilakukan guna menekan harga kebutuhan pokok pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru,  sehingga tidak mengalami kenaikan secara signifikan.

“Setahu saya petugas dapat memenjarakan oknum pedagang nakal yang berani menimbun barang ketika menjelang hari raya keagamaan, karena hal itu sudah menyangkut pelanggaran hukum,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan,  untuk harga kebutuham pokok pada bulan November 2018 masih normal dan belum ada kenaikan harga.

Selanjutnya,  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah juga sudah menggelar pasar penyeimbang yang digelar di Jalan AIS Nasution.  Meskipun pasar penyeimbang tersebut tidak terlalu banyak pemgunjungnya,  pedagang yang sudah bekerja sama dengan instansi terkait tetap menyediakan bahan pokok bagi masyarakat yang ingin berbelanja di pasar tersebut.

Apalagi harga bahan pokok yang dijual oleh pedagang setempat sedikit murah dibandingkan harga yang berada di pasar tradisional mupun modern di daerah itu.  (Ant)