Masyarakat Diminta Laporkan Bila Ada ASN Terlibat Politik Praktis

Palangka Raya – Inspektorat Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mengklaim bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah setempat terlibat politik praktis dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. 

“Dari awal bulan Januari sampai Akhir bulan Februari 2019, kami belum ada menerima laporan dari masyarakat mengenai ASN yang tidak netral jelang pemilu yang dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan,” kata Inspektur Kota Palangka Raya Alman P Pakpahan, Kamis. 

Inspektorat sendiri tidak akan segan-segan memberikan sanksi terhadap oknum ASN di daerah itu, apabila benar terbukti terlibat politik praktis misalnya menjadi tim sukses salah satu pasangan calon legislatif dan sebagainya.

Mengenai snaksi yang akan diberikan pihaknya, sudah tentu sesuai dengan kesalahan oknum ASN yang diduga tidak netral dalam pemilu tahun ini. 

“Sanksinya ada teguran, penundaan pangkat serta yang paling terberat sampai dilakukan pemecatan terhadap ASN yang diduga ikut politik praktis sesuai dengan fakta dan bukti yang dimiliki,” kata Alman. 

Mantan Sekretaris Dinas Tata Kota dan Bangunan Kota Palangka Raya tersebut menegaskan, pihaknya berharap banyak kepada masyarakat agar lebih aktif melaporkan apabila ada ASN yang tidak netral dalam Pemilu. 

Karena pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan secara maksimal, kalau tidak melibatkan masyarakat dalam hal tersebut. 

“Selain masyarakat saya juga berharap kepada para awak media massa baik cetak, televisi dan online agar bisa membantu kami dalam melakukan pengawasan. Ada menemukan segera laporkan secepatnya kepada kami, agar yang bersangkutan segera ditindak tegas,” beber dia. 

Alman yang juga pernah menjabat sebagai Plt Kasatpol PP Kota Palangka Raya menambahkan, mengenai kedisiplinan ASN pemkot setempat pada tahun ini cukup membaik di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

“Namun kami tidak akan pernah tutup mata untuk melakukan pengawasan terhadap mereka, baik mengenai disiplin serta pelanggaran-pelanggaran yang kapan saja mereka bisa lakukan,” pungkasnya. (Ant)